Kamis, 18 Desember 2014

Favorite !


Pagi ini,
Ibarat orang Jawa bilang `ujuk-ujuk` kepingin berat kopi hitam. Aromanya, pahit manisnya...

Black Coffee
(dokumentasi pribadi)

“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.”
(Kutipan Dari - Dewi Lestari, Filosofi Kopi)



I love, Coffee !

Selasa, 09 Desember 2014

Teruntuk Yang Spesial




‘karena hidup penuh pilihan, pilihlah yang terspesial dengan cara kita masing-masing’



Pukul 12.00

Di Salah Satu Gedung Serba Guna



Hari ini menyibukkan dan membunuh waktu dengan berkas-berkas lamaran kerja (lagi). Yaa aku dan sebut saja Vici, dia salah satu temanku. Ada banyak pertimbangan kenapa kami menyibukkan kembali dengan urusan lamar melamar kerja. Pilihan adalah salah satu pertimbangannya. Setidaknya kami memiliki satu pertimbangan yang sama kenapa kami memilih ‘mundur’ dari kegiatan kerja sebelumnya. Pertimbangan lainnya yaitu yaa.. kami punya pilihan spesial masing-masing.



Pukul 13.25

Coffee Shop Sudut Kota



Selepas mengurus berkas-berkas lamaran kerja kami menyapa siang dengan obrolan di salah satu coffe shop disudut jalanan kota. Baru pertama kali aku memasuki coffe shop ini. Unik, itu penilainku pertama. Tidak untuk Vici, ini bukan kali pertama dia kesini. Cuaca sejuk cenderung mendung mengundang rasa lapar kami dan kami sibuk dengan pilihan-pilihan menu yang menggugah selera makam. Aku memutuskan memilih menu omorice dan ice coffee latte. Sedangkan Vici memilih lasagna dan ice melon float. Yaa.. kami punya pilihan menu spesial masing-masing.



Pukul 15.00

Di Salah Satu Mall



Kurang lebih satu jam setengah kami menghabiskan siang dan menu makanan spesial kami masing-masing dengan obrolan yang yaa ala cewek. Selepas itu kami memutuskan untuk melewati sore dengan jalan-jalan disalah satu pusat perbelanjaan. Pertama kami memilih memasuki pusat fashion yang terkenal dengan diskon-nya apalagi mendekati akhir tahun begini. Sibuk melihat dan mencoba beberapa item yang ditawarkan disana. Ada beberapa yang masuk dalam list kami untuk dibeli tapi tidak hari ini karena tak cukup persiapan uang yang kami bawa (hha..). Jadi besok kami berniat baru membelinya (semoga belum di ambil customer lain, hha..). Aku tergoda untuk membeli sepatu formal warna hitam dengan heels yang sewajarnya tidak terlalu tinggi sesuai dengan gayaku dan satu tas ransel yang sesuai dengan gayaku dan sangat menggoda iman. Vici temanku tergoda untuk membeli salah satu kaos yang sesuai dengan gayanya, satu sepatu yang sesuai gayanya, juga satu jam tangan yang sesuai gayanya. Yaa.. kami punya pilihan gaya fashion spesial masing-masing.



Selepas kalap dengan item-item fashion yang menggoda iman kami memutuskan untuk jalan-jalan berkeliling mall dan mampirlah kami, ehm lebih tepatnya aku mengajak Vici mampir ke salah satu toko buku (ini akan semakin menjadi godaan terberat, godaan aroma lembar- lembar buku baru). Masuk ke area toko kami bepencar. Aku kesudut bagian buku-buku favoritku dan Vici kesudut lain favorinya. Yaa.. kami punya pilihan bacaan spesial masing-masing.



Tak berapa lama karena semakin tergoda dan tergoda kami memutuskan untuk kembali mengelilingi toko dan sampailah kami ke foodcourt karena Vici ingin membeli camilan kesukaannya. Sambil menunggu pesanannya datang kami mengisi jeda dengan obrolan-obrolan ringan seputar orang spesial kita. Aku menceritakan apa yang ditanyakan Vici tentang orang spesialku. Bagaimana aku antusias menjawab setiap bait pertanyaanya dengan nada senang dan ada pula beberapa part cerita dimana aku merasa jengkel menceritakan apabila aku dan orang spesialku ada sedikit ‘drama’ hha. Begitu pula Vici menceritakan setiap bait cerita dengan orang spesialnya dengan penuh senyum dan terkadang berubah jengkel apabila dia mulai menceritakan betapa ‘drama’-nya mereka juga hha. Kami senang, tersenyum, jengkel mengingat setiap moment bersama orang spesial kita. Yaa.. kami punya pilihan orang spesial masing-masing.





‘Betapa hidup penuh pilahan. Seperti abjad dari A sampai Z. Betapa hidup penuh pilihan, pilihlah yang terspesial dengan cara kita masing-masing. Nikmati yang terspesial dengan cara kita masing-masing. Karena, terspesial untukku belum tentu terspesial untukmu. Tapi, terspesial untukku pasti yang paling spesial untukku. Dan, yang terspesial untukmu pasti yang paling spesial untukmu. Mari menemukan yang spesial dan terspesial dengan cara kita masing-masing’





karena hidup banyak pilihan
pilihlah !
(sumber gambar : google)





Teruntuk,

Yang Spesial...



(Malang, 8 Desember 2014)

Minggu, 30 November 2014

Hi, penghujung 2014 !

Hi, Desember !
Hi, blogger !
(akhirnya, setelah terakhir kali nge-blog awal tahun ini dan baru nge-blog lagi penghujung tahun ini...)

Be nice Desember.
Diawali langkah pilihan yaitu resign semoga d penghujung tahun ini dan awal tahun depan terus diberi kelancaran. Karena hidup penuh pilihan, dan ini pilihanku. Resign. Yakin rejeki sudah d atur dan tidak akan ketuker. Bismilah. Amin...


R.

Jumat, 24 Januari 2014

Obrolan Warung Surabi

24 Januari 2014

` Puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling menelepon. Tak saling sms, bbm-an, dan lain-lain tak saling. Namun diam-diam keduanya saling mendoakan (Sudjiwo Tedjo) `

Hari ini bertemu rindu, aku dan kamu.
Bagaimana aku harus berterimakasih kepadamu yang disela-sela waktu istirahatmu masih menyempatkan untuk bertemu aku. Terimakasih..
Bagaimana aku harus berterimakasih kepadamu yang disela-sela jadwalmu dan waktu istirahatmu masih menyempatkan untuk meladeni ke-rewel-an ku. Terimakasih..
Bagaimana aku harus berterimakasih kepadamu yang disela-sela jadwalmu dan waktu istirahatmu masih menyempatkan untuk mempertemukan rindu. Terimakasih.. 

Yaa, hari ini aku dan kamu bukan hanya sekedar mempertemukan rindu namun juga mempertemukan obrolan yang mungkin sempat terlewatkan. Seperti biasa aku dan kamu memilih tempat berhadapan. Tempat yang jelas untuk melihat setiap garis wajahmu dan senyummu. Ceritaku dan ceritamu mengalir bergantian. Bagaimana semangatmu menceritakan hari-harimu dan  begitupun aku. Senang, dari ceritaku dan ceritamu dapat menjadi cerita kita pada hari kita bertemu.

Sampai, pesanan surabi dan kopi datang aku baru tahu bahwa ternyata kamupun menanti hadirku di kota dimana kamu bekerja. Ingin tertawa rasanya mendengar itu darimu, karena selama ini yang aku tahu hanya aku yang `rewel` memintamu datang menemuiku. Maaf untuk aku yang kurang peka. Atau, untukmu yang baru memberitahuku sekarang. Karena dalam pikiranku, aku tidak ingin mengganggu waktu istirahatmu disana atau waktu bersama teman-temanmu (bahkan kamu berfikir sebaliknya). Tapi, `rewel` nya kamu sesederhana kamu memintaku menemuimu disana hanya untuk sekedar jalan-jalan ataupun menonton film disaat kamu tidak bisa menemuiku dikota kita.

Terimakasih, Obrolan Warung Surabi, untuk memberitahu `protes` mu yang sederhana dibandingkan dramaku yang berlebihan :')

Sekali Lagi,
Maaf dan Terimakasih,
Maaf dan terimakasih kepadamu yang disela-sela waktu istirahatmu masih menyempatkan untuk bertemu aku.
 Maaf dan terimakasih kepadamu yang disela-sela jadwalmu dan waktu istirahatmu masih menyempatkan untuk meladeni ke-rewel-an ku.
 Maaf dan terimakasih kepadamu yang disela-sela jadwalmu dan waktu istirahatmu masih menyempatkan untuk mempertemukan rindu.

    With Love,
    
` aku tidak ingin, aku dan kamu mengukur seberapa rindunya, sayangnya, atau cintanya aku dan kamu. Mari aku dan kamu selalu rindu, sayang, dan cinta sampai aku dan kamu tidak pernah bisa mengukurnya. With Love, R ` 
    

Kamis, 23 Januari 2014

Hi, 2014 !

`yang paling lambat sekaligus yang paling cepat adalah waktu. Hi, 2014 selamat bertemu semoga di 2014 ini banyak semoga dan doa yang menjelma`

semoga di Januari ini lekas mencoret target yang belum terealisasi :

Lulus TOEIC
Daftar Wisuda
(padahal yudisium sudah dari September 2013, lancarkanlaaaah)
Kecantol Jodoh Kerja, dan Dipinang Jodoh Hati 
(ehmm, semoga aa Faqih baca ini hhi)


*Bismilah diperlancar, jangan dipersulit. Amiin :)